Selasa, 01 Maret 2016

MAKALAH MEKANISME PASAR (PERMINTAAN DAN PENAWARAN)



BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah
            Istilah dalam Pengertian Ekonomi, menurut bahasa yaitu berasal dari bahasa Yunani yaitu Oikos berarti keluarga atau rumah tangga sedangkan Nomos berarti peraturan atau aturan. Sedangkan menurut istilah yaitu manajemen rumah tangga atau peraturan rumah tangga. Pengertian Ekonomi adalah salah satu bidang ilmu sosial yang membahas dan mempelajari tentang kegiatan manusia berkaitan langsung dengan distribusi, konsumsi dan produksi pada barang dan jasa.
Pada dasarnya, masalah ekonomi yang selalu dihadapi oleh manusia sebagai makhluk sosial dan makhluk ekonomi adalah jumlah kebutuhan manusia tidak terbatas sedangkan jumlah alat pemuas kebutuhan manusia terbatas.
            Ilmu ekonomi sering dikaitkan dengan uang. Kalau belajar ilmu ekonomi harus bisa mengatur dan memiliki uang. Padahal seorang sarjana ekonomi tidak harus kaya dan belum tentu dapat hidup hemat. Uang memang dipelajari dalam ilmu ekonomi. Tetapi bukan satu-satunya materi studi. Bahkan uang hanya sebagian kecil materi studi ilmu ekonomi. Tidak semua cita-cita atau keinginan manusia dapat tercapai. Karena itu manusia harus berani menentukan pilihan. Keputusan dalam menentukan pilihan, bukanlah pekerjaan mudah, sebab harus berdasarkan pertimbangan-pertimbangan tertentu. Karenanya manusia perlu belajar bagaimana menentukan pilihan. Hal inilah yang dipelajari dan dibahas dalam ilmu ekonomi.
           




B. Rumusan Masalah
1.      Apa pengertian ilmu ekonomi dan masalah-masalahnya ?
2.      Apa pengertian barang dan apa saja macam-macamnya ?
3.      Apa tujuan mempelajari ilmu ekonomi ?
4.      Bagaimana metodologi dalam ilmu ekonomi ?
5.      Apa saja ruang lingkup ilmu ekonomi ?
6.      Bagaimana masalah permintaan dalam ilmu ekonomi ?
7.      Bagaimana masalah penawaran dalam ilmu ekonomi ?
8.      Bagaimana masalah harga keseimbangan dalam ilmu ekonomi ?
9.      Bagaimana masalah surplus dalam ilmu ekonomi ?

C. Tujuan Masalah
1.      Untuk mengetahui arti dari ilmu ekonomi dan masalah-masalahnya
2.      Untuk mengetahui arti dari barang dan macam-macamnya
3.      Untuk memahami tujuan dari mempelajari ilmu ekonomi
4.      Untuk mengetahui metodologi ilmu ekonomi
5.      Untuk memahami ruang lingkup kajian dalam ilmu ekonomi’
6.      Untuk mengetahui masalah permintaan disikapi dalam ilmu ekonomi
7.      Untuk mengetahui masalah penawaran disikapi dalam ilmu ekonomi
8.      Untuk mengetahui masalah surplus disikapi dalam ilmu ekonomi











Bab II
Pembahasan

A. Pengertian Ilmu Ekonomi dan Masalahnya
            Istilah dalam Pengertian Ekonomi, menurut bahasa yaitu berasal dari bahasa Yunani yaitu Oikos berarti keluarga atau rumah tangga sedangkan Nomos berarti peraturan atau aturan. Sedangkan menurut istilah yaitu manajemen rumah tangga atau peraturan rumah tangga. Pengertian Ekonomi adalah salah satu bidang ilmu sosial yang membahas dan mempelajari tentang kegiatan manusia berkaitan langsung dengan distribusi, konsumsi dan produksi pada barang dan jasa.
Pada dasarnya, masalah ekonomi yang selalu dihadapi oleh manusia sebagai makhluk sosial dan makhluk ekonomi adalah jumlah kebutuhan manusia tidak terbatas sedangkan jumlah alat pemuas kebutuhan manusia terbatas. Terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi jumlah kebutuhan seseorang berbeda dengan jumlah kebutuhan orang lain, yaitu antara lain :
1.      Faktor fisik
2.      Faktor moral
3.      Faktor pendidikan
4.      Faktor ekonomi
5.      Faktor sosial budaya
Apabila  membahas mengenai Pengertian Ekonomi, secara otomatis akan membicarakan tentang ilmu ekonomi dimana ilmu ekonomi merupakan sebuah ilmu kajian yang membahas dan mempelajari tentang ekonomi itu sendiri. Secara umum, ilmu ekonomi dibagi menjadi dua yaitu ilmu ekonomi makro dan ilmu ekonomi mikro. Metodelogi dalam Pengertian Ekonomi menggunakan metode kuantitatif yaitu adanya pergerakan uang atau uang digunakann sebagai alat tukar-menukar dalam masyarakat. Ekonomi mengkombinasi ilmu statistik, ilmu matematika dan teori ekonomi.
Berikut adalah definisi ilmu ekonomi dari beberapa ahli :
1.      J. S, ekonomi adalah salah satu sains praktikal tentang penagihan dan pengeluaran.
2.      Adam Smith, ekonomi adalah penyelidikan yang berkaitan tentang keadaan dan sebab adanya kekayaan negara.
3.      Abraham Maslow, ekonomi adalah salah satu bidang kajian yang mencoba menyelesaikan masalah keperluan asas manusia melalui penggemblengan segala sumber ekonomi yang ada dengan berdasarkan pada prinsip dan teori dalam suatu sistem ekonomi yang dianggap efektif dan efisien.
            Teori-teori mulai muncul untuk mencoba mengidentifikasi masalah ekonomi apakah yang sebenarnya yang dihadapi manusia di muka bumi ini. Secara umum ada dua buah teori umum yang mencoba untuk menjelaskan permasalahan yang ada dalam ekonomi, yaitu pokok masalah ekonomi secara klasik dan modern.

1. Pokok Masalah Ekonomi Klasik
            Pokok maslaah ekonomi klaskik merupakan bahasan teori ekonomi klasik. Teori ini berdasarkan pemikiran Adam smith, David Ricardo, dan Jhon Stuart Mill yang mendominasi pemikiran ekonomi sampai tahun 1870-an. Teori ekonomi klasik melihat pentingnya  masalah ekonomi sebagai kesatuan dari proses produksi, distribusi, dan konsumsi untuk kesejahteraan (kemakmuran), dalam hal ini amat menekankan kekuatan pasar sehingga menolak campur tangan pemerintah dalam kegiatan ekonomi.
            Maslah ekonomi klasik adalah ekonomi yang dilihat dari sudut pandang sederhana. Pada dasarrnya pemikiran ini bertujuan pada satu hal, yaitu kemakmuran. Pemecahan masalah ini adalah dengan melakukan apapun yang dianggap perlu agar kemakmuran dpat dicapai. Yang disebut sebagai kemakmuran adalah situasi dimana semua barang dan jasa yang dibutuhkan manusia telah tersedia. Apabila dirincikan masalah ekonomi klasik dilihat dari segi produksi, distibusi, dan konsumsi

a. Masalah Produksi
            Permasalahan produksi adalah permasalahan bagaimana memproduksi semua benda (barang dan jasa) yang dibutuhkan masyarakat banyak.
b. Masalah distribusi
            Maslah distribusi terletak pada bagamana supaya benda-benda pemuas kebutuhan bisa sampai ke tangan konsusmen yang membutuhkannya. Seperti yang telah diketahui , barang dan jasa yang tidak sampai ke tangan konsumen yang tepat, tidak ada nilai gunanya, dan tidak dpaat memuasakan kebutuhan.
c. Masalah Konsumsi
            Maslaah konsumsi menyangkut  masalah apakah benda pemuas kebutuahn yang diproduksi memang benda  yang dapat dimiliki oleh konsumen. Barang  yang diproduksi haruslah barang yang tepat, yaitu barang yang memang dibutuhkan, diinginkan, dan mampu dibeli oleh konsumen.
2. Pokok Masalah Ekonomi Modern
            Pokok permaslaaan ekonomi modern terangkum dalam dua kata kunci, kelangkaan dan pilihan. Yang pertama menjadi penyebab yang kedua sehingga muncul empat pertanyaan mendasar tentang what, how, who, dan for whom tersebut. Walaupun setiap masyarakat menghadapi pertanyaan yang sama, namun cara mengatasinya berbeda. Perbedaan cara ini lah yang melahirkan sejumlah sistem ekonomi.
Kita dapat mendefinisikan empat maslaah fundamental perekonomian yang dihadapi setiap masyarakat di era modern.


a. Apa (What)
            Barang dan jasa apa saja yang akan  diproduksi dan dalam jumlah bera, harus ditentukan. Dari sekian banyak barang dan jasa, manakah yang harus dipilih untuk diproduksi!. Keputusan produksi tidak lagi hanya bertujuan untuk memenuhi kebutuhan, namun juga untuk menghasilkan keuntungan maksimum.
b. Bagaimana (How)
            Dengan cara bagamana proses produksi akan dilakukan? Apakah akan mendatangkankeuntungan yang besar? Apabila terdapat barang modal berupa bangunan apakah akan dijadikan kantor atau gudang? Bila  terdapat sebidang tanah apakah akan digunakan? Ditanami padi, jagung, atau tebu?.
Pertanyaan-pertanyaan seperti itu harus dijawab dengan bijaksana. Salah melakukan produksi akan berakibat pada kerugiaa, Kelebihan atau kekurangan produksi juga dapat menimbulkan kerugian, karena aktivitas produksi membutuhkan biaya.
Dengan cara bagaimana (who) proses produksi akan dilakukan? Maksudnya adalah siapa yang akan melaksanakan, menggunakan sumber daya  apa saaja, dengan teknologi apa barang-barang tersebut dihasilkan, dan seberapa besar skala produksinya. Hai ini dibutuhkan dalam  rangka penyesuaian perkembangan zaman. Beberapa faktor yang terlibat dalam pengambilan keputusan ini yaitu:
–  Pilihan kombinasi sumber daya yang digunakan
– Perencanaan proses produksi untuk mendapatkan keuntungan                                                
– Penentuan teknologi yang digunakan
–  Pertimbangan faktor eksternal: harga, perekonomian, suku bunga, biaya produksi, inflasi, valuta asing dan lain-lain.

c. Siapa pelaku Produksi (Who)
            Di zaman modern,  banyak pihak yang bisa melakukan produksi seperti, pemerintah, swasta, atau koperasi. Inilah salah satu modernisasi, yaitu spesialisasi. Spesialisasi berarti setiap pihak memiliki keterampilan dan keahlian khusus  yang tidak dimiliki pihak lain.
Pertimbangan mengenai pelaku produksi merupakan hal yang penting  karena setiap pihak memiliki kelebihan untuk memproduksi lebih baik.
d. Untuk siapa (For Whom)
            Untuk siapa (for whom) barang di produksi apakah untuk segmen pasar tertentu, atau  masyarakat umum.
B. Pengertian Barang dan Macam-Macam Barang
            Barang adalah benda-benda yang berwujud, yang digunakan masyarakat untuk memenuhi kebutuhannya atau untuk mengahsilkan benda-benda lain yag akan memenuhi kebutuhan masyarakat. Contoh : beras, buku, minuman, dll. Sedangkan barang ekonomi adalah barang yang mempunyai kegunaan dan langka, yaitu jumlah yang tersedia lebih sedikit dibandingkan dengan jumlah yang dibuthkan di masyarakat. Dengan demikian barang ekonomi adalah barang yang terbatas jumlahnya (langka) dan memerlukan pengorbanan untuk memperolehnya.      Sedangkan barang bebas adalah yang untuk memperoleh atau mendapatkannya tidak perlu pengorbanan, oleh karena itu barang bebas tidak memiliki harga. Contoh : udara, sinar matahari, dll. Maka barang bebas dapat disimpulkan sebagai barang yang tersedia dalam jumlah melimpah (tidak langka) dan tidak memerlukan pengorbanan untuk medapatkannya.                                                             Barang akhir adalah barang yang dihasilkan oleh berbagai kegiatan ekonomi dan dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan mamsyarakat. Barang akhir dapat dibedakan menjadi dua golonga yakni barang tahan lama misalnya mobil, motor, dll. Dan barang tidak tahan lama misalnya buah-buahan, sayur, dll.                        Barang modal adalah sebagian barang yang dihasilkan bukan untuk memenuhi kebutuhan konsumen melainkan untuk menghasilkan barang-barang yang lain misalnya mesin, dll.                                                                                                           Barang antara adalah barang yang belum menjadi barang akhir dan masih akan diproses lagi sebelum dapat digunakan oleh konsumen dinamakan barang antara misalnya besi baja, tekstil, dll.
C. Tujuan Mempelajari Ilmu Ekonomi
1.      Memperbaiki cara berpikir yang membantu dalam pengambilan keputusan
2.      Memebantu memahami masyarakat
3.      Membantu memahami masalah-masalah internasional (global)
4.      Bermanfaat dalam membangun masyarakat demokrasi
D. Metodologi Ilmu Ekonomi
a)      Teori Ekonomi
Ilmu ekonomi menaruh perhatian besar terhadap kemampuan memberi penjelasan dan prediksi atas gejala-gejala yang diamati. Daya guna dan validasi sebuah teori diukur dari kemampuan dan keakuratannya menjelaskan dan memprediksi gejala-gejala yang diamati.
b)      Model Ekonomi
Berdasarkan teori ekonomi, disusun teori ekonomi yang merupakan pernyataan formal sebuah teori. Model ekonomi dapat dipresentasian secara verbal (menggunakan kata-kata), diagramatis, dan matematis. Model yang baik dilihat dari variabel yang digunakan. Variabel adalah ukuran yang niainya dapat berubah dari waktu ke waktu dan dari observasi ke observasi. Dalam memilih variabel-variabel untuk model, kita harus memperhatikan prinsip Ockam Razor, yaitu detail-detail yang tidak relevan sebaiknya dikeluarkan dari model.
Cotoh model ekonomi yang baik adalah Model Siklus Lingkaran Kegiatan Ekonomi atau Circular Flow of Ekonomic Actifity. Model ini menjelaskan bahwa kesibukan pabrik-pabrik, antrian panjang pekerja, dan aktivitas ekonomi di dunia nyata sebenarnya hanya proses pertukaran sumber daya yang dimiliki masyarakat (rumah tangga) dngan yang dimiliki sektor perusahaan (dunia usaha). Model ini dikatakan baik, sebab dengan menggunakan unsur-unsur sederhana kita mampu memahami dunia nyata.
Dari model siklus lingkaran kegiatan ekonomi kita melihat interaksi sektor rumah tangga dan dan sektor perusahaan, sebagai berikut.
Sektor rumah tangga memberikan faktor produksi yang dibutuhkan dunia usaha untuk produksi, salah satunya kesediaan untuk bekerja ( tenaga kerja). Terjadilah aliran penawaran faktor produksi (garis A). Atas faktor-faktor produksi yabg diberikan, sektor perusahaan memberikan jasa, misalkan upah dan gaji, sehingga terjadilah aliran penerimaan sektor rumah tangga (garis B). Faktor-faktor produksi yang dibeli sektor perusahaan diproses menjadi output berupa barang dan jasa, yang dijual ke sektor rumah tangga. Terjadilah arus barang dan jasa (garis C). Selain tenaga kerja, faktor-faktor produksi lainnya yang dimiliki sektor rumah tangga adalah modal (diberi balas jasa berupa bunga atau dividen), dan tanah (diberi sewa).
Sektor rumah tangga membeli barang yang ditawarkan sektor perusahaan dengan menggunakan pendapatan mereka, terjadilah arus konsumsi barang dan jasa yang merupakan arus pendapatan perusahaan (garis D).
c)      Metode Deduktif dan Induktif
Dunia maya merupakan titik awal analisis ekonomi. Ada dua metode analisis untuk mengambil kesimpulan tentang dunia nyata, yaitu metode deduktif dan metode induktif.
Metode deduktif adalah metode pengambilan kesimpulan untuk hal-hal khusus berdasarkan kesimpulan yang bersifat umum. Misalnya secara umum disimpulkan bila harga suatu barang meningkat, permintaan tehadapnya menurun. Dalam perkembangan selanjutnya metode ini tidak mampu lagi menjelaskan fenomena-fenomena ekonomi. Misalnya, berdasarkan teori Adam Smith (klasik), perekonomian tidak akan pernah mengalami masalah besar, karena ampuhnya mekanisme pasar tetapi depresi besar (Great Depression) yang melanda perekonomian dunia selama 1929-1933 mengubah kepercayaan itu. Salah seorang ekonom yang dianggap merintis penggunaan metode induktif adalah John Maynard Keynes, ekonom inggris yang menjadi bapak ilmu ekonomi makro. Dampak positif dari metode induktif adalah meningkatnya kegiatan penelitian ekonomi, yang telah menghasilkan pemahaman-pemahaman baru dalam ilmu ekonomi, baik mikroekonomi maupun makroekonomi.
d)     Ceteris Paribus dan Fallacy of Composition
Model ekonomi merupakan penyederhanaan realitas ekonomi, karenanya memiliki keterbatasan. Maksudnya, dalam analisis ekonomi (hubungan variabel), harus didasari bahwa kesimpulan yang ditarik berdasarkan asumsi variabel-variabel lain dianggap tidak berubah. Istilah fallacy of composition mengerti apa yang baik dalam skala kecil belum tentu baik dalam skala besar (keseluruhan). Misalnya hidup hemat sangat baik individu, tetapi jika seluruh individu hidup hemat, maka permintaan aggregat rendah dan pertumbuhan ekonomi pun rendah.
e)      Ekonomi Positif dan Ekonomi Normatif
Ketika mengamati kondisi nyata, pendekatan yang dilakukan adalah ekonomi positif (positive economics). Pernyataan positif menerangkan hal-hal yang akan terjadi dalam ekonomi. Sedangkan, ekonomi normatif adalah suatu pandangan subjektif atau suatu value judgment. Pernyataan itu bukan mengemukakan pendapat mengenai keadaan yang terjadi tetapi mengenai apa yang sebaiknya harus terjadi. Pernyataan “Usaha menaikkan kesejahteraan masyarakat harus dilakukan dengan berusaha agar tambahan pendapatan dinikmati secara merata oleh seluruh golongan penduduk” adalah contoh pernyataan normatif.

E. Ruang Lingkup Ilmu Ekonomi
Dari definisinya, daya aplikasi ilmu ekonomi sangat luas. Di mana ada masalah kelangkaan, di situ imu ekonomi dapat diterapkan. Proses alokasi secara efisien di tingkat individu, perusahaan dan industri (kumpulan perusahaan yang menghasilkan barang sejenis), dibahas dalam Teori Ekonomi Mikro. Indikator efisiensi di tingkat mikro belum tentu baik untuk keseluruhan. Misalnya, agar harga-harga produk industri rumah, sebaiknya teknologi yang digunakan padat modal. Indikator efisiensi makro lebih kompleks dibanding mikro. Ada empat ukuran efisiensi yang biasa digunakan dalam buku teks ekonomi makro: Output (GNP) dan Pertumbuhan (growth), Kesempatan Kerja (employment), Stabilitas Harga (price stability), dan Stabilitas Kurs (exchange rate stability).
a)      Teori Ekonomi Mikro
Teori ekonomi mikro, sesuai dengan namannya (mikro), dapat diartikan sebagai ilmu ekonomi kecil. Teori ekonomi mikro  dapat diartikan sebagai bagian dari ilmu ekonomi yang menganalisis mengenai bagian-bagian kecil dari keseluruhan kegiatan perekonomian“.
Ada beberapa aspek yang dianalisis teori ekonomi mikro, tiga aspek            penting diantarannya adalah sebagai berikut.
1)      Interaksi di Pasar Barang
Dilihat dari padangan ekonomi mikro, suatu perekonomian merupakan penggabungan dari berbagai jenis pasar barang. Oleh sebab itu untuk mengenal corak kegiatan suatu perekonomian kita antara lain perlu memperhatikan corak operasi suatu pasar. Melalui interaksi antara penjual dan pembeli, pasar akan menentukan tingkat harga suatu barang dan jumlah barang dan diperjualbelikan.
2)      Tingkah Laku Pembeli dan Penjual
Dalam analisis ini teori ekonomi mikro bertitik tolak dari dua asumsi. Asumsi pertama: para pembeli dan penjual menjalankan kegiatan ekonomi mereka secara rasional; kedua: para pembeli berusaha memaksimumkan kepuasan yang mungkin dinikmatinnya, sedangkan para penjual berusaha mengasumsikan keuntungan yang akan diperolehnya dari kendala-kendala yang dimilikinya.
3)      Interaksi di Pasar Faktor Produksi  
Individu-individu dalam perekonomian adalah pemilik faktor-faktor produksi mereka menawarkan faktor-faktor produksi tersebut untuk memperoleh pendapatan. Pendapatan selanjutnya akan digunakan guna membeli barang dan jasa yang mereka butuhkan. Sebaliknya, penjual-penjual membutuhkan faktor-faktor produksi untuk memproduksikan barang dan jasa. Oleh sebab itu mereka akan menjadi pembeli faktor-faktor produksi.
b)      Teori Ekonomi Makro
            Teori ekonomi makro menganalisis keseluran kegiatan perekonomian, bersifat global, dan tidak memperhatikan kegiatan ekonomi yang dilakukan oleh unit-unit kecil dalam perekonomian. Ada beberapa aspek yang akan dianalisis, antara lain sebagai berikut :
1)      Penentuan Tingkat Kegiatan Perekonomian Negara
Dalam hal ini menganalisis mengenai sampai sejauh mana suatu perekonomian akan mengahasilkan barang dan jasa. Tingkat kegiatan perekonomian ini ditentukan oleh pengeluaran agregat dalam perekonomian, yang meliputi : pengeluaran rumah tangga atau konsumsi rumah tangga, pengeluaran pemerintah, pengeluaran perusahaan atau investasi,ekspor dan impor. Analisis dalam ekonomi makro juga memperhatikan harga-harga dan pengaruh perubahan jumlah uang beredar terhadap pengeluaran agregat.
2)      Pengeluaran Agregat
Masalah akan timbul apabila pengeluaran agregat tidak menyampaikan tingkat yang ideal. Idealnya pengeluaran agregat mencapai tingkat yang diperlukan untuk mewujudkan kesempatan kerja penuh (full employment) tanpa menilmbulkan inflasi meskipun, dalam praktiknya tujuan ini sulit dicapai.
3)      Mengatasi Pengangguran dan Inflasi
Perekonomian tidak dapat secara otomatis mengatasi masalah pengangguran dan inflasi. Tindakan pemerintah diperlukan untuk mengatasinya, yaitu melalui serangkaian kebijakan, kebijakan moneter, dan kebijakan fiskal. Kebijakan moneter adalah langkah-langkah pemerintah dalam mempengaruhi jumlah uang beredar (money supply) atau mengubah suku bunga dengan tujuan untuk mengatasi masalah perekonomian yang dihadapi. Sedangkan kebijakan fiskal adalah langkah-langkah pemerintah mengubah struktur dan jumlah pajak serta pengeluarnya dengan maksud memperengaruhi tingkat kegiatan perekonomian.

F. Permintaan
a.       Pengertian
Permintaan adalah keinginan konsumen membeli suatu barang pada berbagai tingkat harga selama periode waktu tertentu. Supaya lebih akurat kita memasukkan dimensi geografis, misalnya ketika berbicara tentang permintaan pakaian di Jakarta, kita pasti berbicara tentang berapa jumlah pakaian yang akan dibeli pada berbagai tingkat harga dalam satu periode waktu tertentu, per bulan atau per tahun, di Jakarta.

b.      Faktor-faktor yang Mempengaruhi
·         Harga barang itu sendiri
·         Harga barang lain yang terkait
·         Tingkat pendapatan per kapita
·         Selera atau kebiasaan
·         Jumlah penduduk
·         Perkiraan harga di masa mendatang
·         Distribusi pendapatan
·         Usaha-usaha produsen meningkatkan penjualan

c.       Fungsi Permintaan
Fungsi permintaan adalah permintaan yang dinyatakan dalam hubungan matematis dengan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Dengan fungsi permintaan, maka kita dapat mengetahui hubungan antara variabel tidak bebas(dipendent variable) dan variabel-variabel bebas(independent variables).
Dalam bentuk persamaan matematis:

Dx=f(Px,Py,Y/cap,sel,pen,Pp,Ydist,prom)
Keterangan:
Dx  =  Permintaan barang X
Px  =  Harga X
Py  =  Harga Y(,Y/cap,sel,pen,Pp,Ydist,prom)

d.      Skedul dan Kurva Permintaan
Skedul permintaan adalah daftar hubungan antara harga suatu barang dengan tingkat permintaan barang.
a.       Kasus Pengecualian
Sebelumnya kita telah menjelaskan tentang hukum permintaan. Adakalanya hukum permintaan tidak berlaku, yaitu kalau harga suatu barang naik justru permintaan terhadap barang tersebut meningkat. Paling tidak ada tiga kelompok barang dimana hukum permintaan tidak berlaku.

1)      Barang yang Memiliki Unsur Spekulasi
Contohnya emas, saham, dan tanah(di kota). Barang-barang itu dapat menyebabkan orang akan menambah pembeliannya pada saat harga naik, karna ada unsur spekulasi untuk mendapatkan keuntungan.

2)      Barang Prestise
Barang yang dapat menambah prestise seseorang yang memilikinya, yang umumnya berharga mahal sekali. Kalau barang tersebut naik harganya, boleh jadi menyebabkan permintaan terhadap barang itu meningkat, karena bagi orang yang membelinya merasa gengsinya naik. Contohnya adalah mobil mewah, lukisan dari pelukis terkenal, atau barang-barang antik.

3)      Barang Giffen
Untuk barang giffen, apabila harganya turun maka jumlah barang yang diminta pun akan berkurang. Hal ini disebabkan karna efek pendapatan yang negatif dari barang giffen lebihbesar daripada naiknya jumlah barang yang diminta. Dalam hal ini, apabila suatu barang harganya turun, maka pendapatan nyata konsumen bertambah. Pendapatan nyata adalah pendapatan yang berdasarkan daya beli, artinya sudah memperhitungkan faktor kenaikan atau penurunan harga. Pendapatan yang belum memperhatikan faktor perubahan harga dinamakan pendapatan nominal atau money income.

G. Penawaran
                Penawaran adalah jumlah barang yang produsen ingin tawarkan atau jual pada bebrbagai tingkat harga selama satu periode waktu tertentu.
Hukum Penawaran :
“Semakin tinggi harga suatu barang, semakin banyak jumlah barang tersebut akan ditawarkan oleh para penjual. Sebaliknya, makin rendah harga suatu barang, semakin sedikit jumlah barang tersebut yang ditawarkan.”
Faktor-faktor yang mempengaruhi penawaran:

1)      Harga barang itu sendiri
     Jika harga suatu barang naik, maka produsen cenderung akan menambah jumlah barang yang dihasilkan. Hal ini kembali lagi pada hokum penawaran.
2)      Harga barang lain yang terkait
     Apabila harga barang subtitusi naik, maka penawaran suatu barang akan bertambah, dan sebaliknya. Sedangkan untuk barang complement, dapat dinyatakan bahwa apabila harga barang komplemen naik, maka penawaran suatu barang berkurang, atau sebaliknya.
3)      Harga faktor produksi
     Kenaikan harga faktor produksi akan menyebabkan perusahaan memproduksi outputnya lebih sedikit dengan jumlah anggaran yang tetap yang nantinya akan mengurangi laba perusahaan sehingga produsen akan pindah ke industry lain dan akan mengakibatkan berkurangnya penwaran barang.
4)      Biaya produksi
     Kenaikan harga input juga mempengaruhi biaya produksi. Bila biaya produksi meningkat, maka produsen akan menbgurangi hasil produksinya, berarti penawaran barang berkurang.
5)      Teknologi produksi
     Kemajuan teknologi menyebabkan penurunan biaya produksi, dan menciptakan barang-barang baru sehingga menyebabkan kenaikan dalam penawaran barang.
6)      Jumlah pedagang/penjual
     Apabila jumlah penjual suatu produk tertentu semakin banyak, maka penawaran barang tersebut akan bertambah.
7)      Tujuan perusahaan
     Tujuan perusahaan adalah memaksimumkan laba buka hasil produksinya. Akibatnya tiap produsen tidak berusaha untuk memanfaatkan kapasitas produksinya secara malksimum, tetapi akan menggunakannya pada tingkat produksi yang akan memberikan keuntungan maksimum.
8)      Kebijakan pemerintah
     Kebijakan pemerintah untuk mengurangi komoditas impor menyebabkan supply dan keperluan akan kebutuhan tersebut dipenuhi sendiri sehingga dapat meningktakan penawaran.
Kurva Penawaran : Suatu kurva yang menunjukkan hubungan diantara harga suatu barang tertentu dengan jumlah barang tersebut yang ditawarkan. yang dimana apabila jumlah sesuatu barang yang sanggup ditawarkan oleh pada suatu tingkat harga dan tempo masa tertentu.



Gambar Kurva Penawaran :

Description: kurva+penawaran2


            Kesimpulan dari gambar di atas: Pada kurva penjualan beras terlihat bahwa garis bergerak dari kiri bawah ke kanan atas. Yang artinya Semakin tinggi harga, maka semakin banyak pula jumlah barang yang ditawarkan.

            Pada kurva penawaran dapat mengalami pergeseran hal ini disebabkan karena adanya faktor-faktor yang memengaruhi kurva penawaran itu sendiri. Pergeseran kurva penawaran ditandai dengan bergeraknya kurva ke kanan atau sebaliknya (arah kiri).
            Apabila kurva penawaran bergeser ke arah kanan mengartikan bahwa jumlah penawaran pada barang tersebut mengalami kenaikan. Namun sebaliknya apabila arah pergeseran mengarah ke kanan maka jumlah penawaran mengalami penurunan.

Contoh Kurva penawaran yang mengalami perubahan :

Description: penawaran+(ref.sendiri)

Keterangan :
S1 = Jumlah penawaran setelah kenaikan harga
S = Jumlah penawaran sebelum kenaikan harga

Dari perubahan tersebut dapata diambil kesimpulan : Pada grafik diatas menunjukkan kurva penawaran S bergeser ke arah kiri menjadi S1. Hal ini terjadi pada kurva penawaran beras sebagai akibat dari meningkatnya harga bibit & pupuk.
Sehingga dapat disimpulkan bahwa adanya perubahan dari salah satu atau lebih faktor-faktor yang dulu dianggap tetap/sementara, akan merubah jumlah penawaran sekaligus menggeser kurva penawaran.

H. Surplus Ekonomi
            Surplus adalah jumlah yang melebihi hasil biasanya; berlebihan ; sisa. Apabila harga ekuilibrium itu kita bandingkan dengan semua kemungkinanharga pada kuurve permintaan dan semua kemungkinan harga pada kurve penawaran terdapat suatu hubungan yang menarik. Untuk menjelaskannya kitakutip posisi harga ekuilibrium Seorang konsumen yang hanya berani membeli harang bila harganya lebih rendahdari E, misalkan dicerminkan oleh titik R pdda kurve D, dia tidak dapat ikut sertadalam transaksi jual-beli di pasar yang harganya ternyata lebih tinggi.Akan tetapi bila seorang konsumen lain karena seleranya, atau pendapatannya atausebab lain bersedianya membeli dengan harga lebih tinggi (meskipun sebagaiakibatnya kuantitas yang dibelinya menjadi lebih sedikit) misalnya dicerminkanoleh titik T, kenyataan bahwa harga yang terjadi di pasar adalah di bawah T (yaituE) merupakan "keuntungan" baginya.Sebaliknya bagi produsen. Bagi sementara produsen yang hanya bersedia menjual barangnya bila harga lebih tinggi dari harga ekuilibrium (keseimbangan) misalnyatitik U, maka kenyataan bahwa harga yangterjadi adalah lebih rendah yaitu titik E maka produsen ini tidak akan ikut serta dalam transaksi jual beli di pasar. Hal inidapat disebabkan karena cara kerja yang tidak efisien sehingga harga pokok barangyang ditawarkan sangat tinggi.Bagi golongan produsen yang karena keunggulan dalam pengelolaannya sehinggamampu dan bersedia menjual barangnya dengan harga di bawah E misalnya titik W,kenyataan bahwa harganya adalah lebih tinggi (yaitu E) memberikan keuntungan.
 Istilah surplus dalam ilmu ekonomi adalah sebagai berikut :
1. Surplus Produsen
            Adalah pendapatan tambahan yang diperoleh oleh seorang produsen dari penerimaan harga suatu barang yang lebih tinggi dibandingkan dengan harga yang sebenarnya telah dipersiapkan untuk ditawarkan. 2. Surplus Konsumen
            Adalah kepuasan atau kegunaan (utility) tambahan yang diperoleh konsumen dari pembayaran harga suatu barang yang lebih rendah dari harga yang konsumen bersedia membayarnya.





BAB III
Penutup
A. Kesimpulan

            Dalam kehidupan sehari-hari, ekonomi sangat diperlukan dalam memenuhi kebutuhan, oleh karenanya ekonomi merupakan salah satu ilmu yang sangat penting dalam kehidupan manusia. Selain itu, ekonomi sebagai alat untuk mengukur tingkat kemajuan dalam suatu negara, apakah keadaan ekonomi yang baik atau semakin memburuk.
            Secara umum, dapat dikatakan bahwa Pengertian Ekonomi adalah sebuah bidang kajian ilmu yang berhubungan tentang pengurusan sumber daya material individu, masyarakat, dan negara untuk meningkatkan kesejahteraan kehidupan manusia. Karena itulah, ekonomi merupakan salah satu ilmu yang berkaitan tentang tindakan dan perilaku manusia dalam memenuhi kebutuhan hidupnya yang berkembang dengan sumber daya yang ada melalui kegiatan konsumsi, produksi dan distribusi.
           









DAFTAR PUSTAKA
1.      Sukirno Sudono, Mikroekonomi, edisi ketiga. Kuala Lumpur: Aneka Publishing, 1993

2.      Slamat Dahlan, Manajemen Mikroekonomi, edisi kelima. Jakarta : Penerbit FEUI, 2005

3.      Rahardja Prathama, Pengantar Ilmu Ekonomi, edisi ketiga. Jakarta : Penerbit FEUI, 2005

Tidak ada komentar:

Posting Komentar